Sunnah-sunnah Wudhu

Sesuai janji saya pada penerbitan sebelumnya, kali ini kita akan mempelajari tentang sunnah-sunnah wudhu. Artikel ini juga berkaitan erat dengan artikel-artikel sebelumnya, yaitu tata cara wudhu, syarat sah wudhu, hal-hal yang membatalkan wudhu serta doa sebelum dan sesudah wudhu.

Sunnah-sunnah wudhu itu banyak sekali, bahkan sebagian ulama mengumpulkannya hingga mencapai tujuh puluh kesunnahan, diantaranya adalah:

Sunnah-sunnah Sebelum Wudhu

Sunnah Wudhu

1. Mengucapkan Doa Sunnah Sebelum Wudhu 

نَوَيْتُ سُنَنَ الْوُضُوْءِ

“Nawaitu sunanal wudhu’i”

Artinya: “Saya berniat melakukan sunnah wudhu”

BACA JUGA: Doa Sebelum dan Setelah Wudhu

2. Membaca Basmalah dan Ta’awudz

بِسْمِ اللَّهِ

“Bismillahi”

Artinya: “Dengan menyebut nama Alloh”

3. Bersiwak

Sunnah menggunakan kayu arok yang dibasahi dengan air dan menggunakan tangan kanan serta berdoa dengan mengucapkan:

اَللَّهُمَّ بَيِّضْ بِهِ أَسْنَانِيْ وَشُدَّ بِهِ لِثَاتِيْ وَثَبِّتْ بِهِ لَهَاتِيْ وَأَفْصِحْ بِهِ لِسَانِيْ وَبَارِكْ لِيْ فِيْهِ وَأَثْبِنِيْ عَلَيْهِ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

“Allohumma bayyadl bihii asnaanii, wa syudda bihii litsatii, watsabbat bihii lahaatii, wa afsih bihii lisaanii, wabaarik lii fiihi wa atsbinii ‘alaihi yaa arhamar rohimiin”

Artinya: ” Ya Allah, dengan siwak, putihkanlah gigiku, kuatkan gusiku,tetapkan langit-langit mulutku, fasihkan lisanku, berkahilah aku dalam bersiwak dan berikanlah pahala padaku atas bersiwak, wahai Tuhan yang paling belas kasih.”

Sunnah-sunnah Lain

4. Membasuh Kedua Telapak Tangan Sampai Pergelangan secara bersamaan dengan berdoa:

أللهم إني أسئلك اليمن والبركة وأعوذ بك من الشؤم والهلكة

“Allohumma innii as alukal yumna wal barokah, wa a’uudzu bika minasy syu’mi wal halakah”

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebaikan dan berkahpadaMu. Dan aku berlindung kepadaMu dari kejelekan dankerusakan.”

5. Madlmadlah (Berkumur) dan Istinsaq

Madlmadlah adalah memasukkan air ke dalam mulut. Sunnah dengan menggunakan tangan kanan dan berdoa:

أللهم أعني على تلاوة كتابك وكثرة الذكر لك وثبتني بالقول الثابت فى الدنيا والأخرة

“Allohumma a’innii ‘alaa tilaawati kitaabika wa katsrotidz dzikri laka wa tsabbitnii bil qoulits tsaabiti fid dun-ya wal aakhiroh”

Artinya: “Ya allah, berilah aku pertolongan agar dapat membaca kitab-Mu dan memperbanyak dzikir padamu. Dan tetapkanlah aku dengan ucapan yang tetap (syahadat) di dunia dan akhirat.”

Istinsyaq adalah memasukkan air pada lubang hidung. Sunnah menggunakan tangan kanan serta berdoa:

أللهم أرحني رائحة الجنة وأنت عني راض

“Allohumma arihnii rooihatal jannah wa anta ‘annii roodhin”

Artinya: “Ya Allah, hirupkanlah padaku bau wangi surga, dan Engkau ridho kepadaku.”

6. Melebihkan (Mubalaghah) Saat Berkumur dan Istinsyaq

Sunnah ini berlaku bagi selain orang yang berpuasa. Melebihkan berkumur yaitu sekira air bisa sampai ke ujung langit-langit mulut, kedua sisi gigi dan gusi. Sedangkan dalam istinsyaq yaitu mengangkat air dengan nafas hingga sampai ke batang hidung.

7. Al-Istintsar

Yaitu mengeluarkan air dari hidung. Sunnah dengan menggunakan tangan kiri dengan berdoa:

أللهم إني أعوذ بك من روائح النار وسوء الدار

“Allohumma innii a’uudzu bika min rowaaikhin naar, wa suuiddaar”

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari bebauan neraka dan kejelekan tempat tinggal”.

8. Mengulangi Tiga Kali setiap pekerjaan yang dijelaskan diatas

Sunnah Sebelum Wudhu

Sunnah-sunnah Saat Membasuh Wajah

Membasuh wajah menjadi basuhan awal yang diharuskan dalam tata cara wudhu yang benar. Dalam membasuh wajah, berikut sunnah-sunnah wudhu yang bisa dilakukan agar wudhu kita bernilai lebih.

1. Melafadzkan Niat dan Berdoa

Sunnah Wudhu

Berniat dengan mengucapkan نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ atau semisalnya, dan berdoa:

أَللَّهُمَّ بَيِّضْ وَجْهِيْ بِنُوْرِكَ يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوْهُ أَوْلِيَاءَكَ وَلَا تُسَوِّدْ وَجْهِيْ بِظُلُمَاتِكَ يَوْمَ تَسْوَدُّ وُجُوْهُ أَعْدَاءِكَ

“Allohumma bayyidh wajhii binuurika yauma tabyadhdhu wujuuhu auliyaaika, wa laa tusawwid wajhii bidhulumaatika yauma taswaddu wujuuhu a’daaika”

Artinya: “Ya Allah cerahkanlah wajahku dengan cahayamu di haribersinarnya wajah para kekasihmu, dan janganlah engkausuramkan wajahku dengan kegelapanmu di hari suramnyawajah para musuhmu.”

2. Memulai dari bagian atas

Maksudnya disunnahkan mengawali basuhan wajah dari arah atas. Tepatnya pada garis tumbuhnya rambut diatas kening, kemudian mengarah kebawah sampai dagu.

3. Mengambil air dengan kedua tangan secara bersamaan

Sunnah-sunnah Lain

4. Meneliti al-Maq, yaitu tepi mata sebelah hidung dengan menggunakan jari telunjuk.

5. Meneliti al-lihadz, yaitu tepi mata yang satunya, juga dengan menggunakan jari telunjuk.

6. Mengusap kedua telinga karena untuk menghindari perselisihan ulama telinga termasuk bagian dari wajah.

7. Ithalatul Ghurrah, yaitu membasuh bagian yang melebihi batas wajah dari segala arah.

8. Ad-Dalku, yaitu menggosokkan tangan pada anggota wudhu.

9. Menyela-nyela jenggot dan jambang (godek; jawa) yang tebal dengan jari tangan kanan dari arah bawah dan menggunakan air yang baru.

10. Mengulagi semuanya hingga tiga kali.

Sunnah-sunnah Saat Membasuh Kedua Tangan

1. Doa Membasuh Kedua Tangan

Sunnah Wudhu

Mengawali membasuh dari kedua telapak tangan jika mengalirkan air sendiri. Jika dibantu orang lain atau menggunakan kran maka sunnah dimulai dari siku. Saat membasuh tangan kanan sunnah berdoa:

أَللَّهُمَّ أَعْطِنِيْ كِتَابِيْ بِيَمِيْنِيْ وَأَدْخِلْنِيْ الْجَنَّةَ بِغَيْرِ حِسَابِ

“Allohumma a’thinii kitaabii biyamiinii wa adkhilnil jannata bighoiri hisaab”

Artinya: “Ya Allah, berikanlah buku catatan amalku padaku dengatangang kananku, dan masukkanlah aku ke surga tanpahisab,”

Dan ketika membasuh tangan kiri sunnah berdoa:

أَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ أَنْ تُعْطِيْنِيْ كِتَابِيْ بِشِمَالِيْ أَوْ مِنْ وَرَاءِ ظَهْرِيْ

“Allohumma innii a’uudzu bika an tu’thinii kitabii bisyimaalii au min warooi dzohrii”

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku berrlindung padamu dariengkau berikan buku catatan amalku padaku dengan tangankiriku atau dari belakang punggungku”

Sunnah Wudhu

2. At-Tayamun

Yang dimaksud dengan at-tayamun adalah membasuh bagian kanan terlebih dahulu kemudian bagian kiri.

3. Menggosok tangan

Kesunnahan menggosok tangan ini dapat dilakukan bersamaan dengan membasuh tangan. Dengan cara menggerakkan tangan keatas dan kebawah secara berulang dengan gerakan menggosok. Dengan demikian basuhan tangan telah sempurna dan kesunnahan menggosok tangan pun bisa tercapai.

Sunnah-sunnah Lain

4. Menyela-nyela jari tangan dengan cara apapun, namun yang paling utama adalah dengan cara at-tasybik, yaitu meletakkan jari salah satu tangan pada sela-sela jari tangan yang lain.

5. Meratakan basuhan hingga seperempat lengan atas, dan paling sempurna hingga sampai pundak.

6. Menggerak-gerakkan cincin yang tanpa digerakkan pun tidak menghalangi masuknya air pada kulit dibawahnya. Jika cincin dapat menghalangi masuknya air pada kulit di bawahnya, maka wajib untuk digerak-gerakkan.

7. Terus menerus (muwalah) antara membasuh wajah dan membasuh tangan.

8. Mengulangi semuanya hingga tiga kali.

Sunnah-sunnah Saat Mengusap Kepala

Sunnah Wudhu

1. Mengusap seluruh bagian kepala

Sunnah pula dengan cara meletakkan kedua ibu jari pada pelipis dan mempertemukan kedua jari telunjuk.

Memulai mengusap dari bagian kepala depan hingga bagian belakang, kemudian dikembalikan kedepan jika rambutnya dapat mudah terbalik.

Jika rambutnya pendeksekali atau terlalu panjang seperti rambut wanita, tidakperlu dikembalikan ke depan lagi.

2. Doa Mengusap Kepala

أَللَّهُمَّ غَشِّنِيْ بِرَحْمَتِكَ وَأَنْزِلْ عَلَيَّ مِنْ بَرَكَاتِكَ وَأَظِلْنِيْ تَحْتَ ظِلِّ عَرْشِكَ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلَّكَ أَللَّهُمَّ حَرِّمْ شَعْرِيْ وَبَشَرِيْ عَلَى النَّارِ

“Allohumma ghosysyinii birohmatika wa anzil ‘alayya min barokatika wa adhilnii tahta dhilli ‘arsyika yauma laa dhilla illaa dhillaka, allohumma harrim sya’rii wa basyarii ‘alan naar”

Artinya: “Ya Allah, penuhilah aku dengan rahmatmu, turunkanlah berkahmu padaku, teduhkanlah aku di bawah bayang-bayang Arasy-Mu di hari tidak ada tempat berteduh kecuali teduhan-Mu, ya Allah haramkanlah rambut dan kulitku dari api neraka.”

Sunnah-sunnah Lain

3. Mengusap kedua telinga bersamaan mengusap kepala.Hal ini untuk menghindari perselisihan ulama yangmengatakan bahwa telinga termasuk bagian dari kepala.

4. Terus menerus (muwalah) diantara membasuh kedua tangan dan mengusap kepala.

5. Mengulangi semuanya hingga tiga kali.

Sunnah-sunnah Setelah Mengusap Kepala

1. Mengusap Kedua Tangan dan Berdoa

أللهم اجعلني من الذين يستمعون القول فيتبعون أحسنه أللهم أسمعني منادي الجنة فى الجنة مع ألأبرار وأعوذ بك من النار وسوء الدار

“Allohummaj ‘alnii minal ladziina yastami’uunal qoula fayattabi’uuna ahsanahu, allohumma asmi’nii munaadiyal jannati fil jannati ma’al abroori, wa a’uudzu bika minan naari wa suuiddaar”

Artinya: “Ya Allah, jadikanlah aku termasuk golongan orang-orang yang mau mendengarkan ucapan (baik) kemudian mengikuti yang terbaik. Ya Allah, jadikanlah aku orang yang dapat mendengar pemanggil surga di sana bersama orang-orang yang baik. Dan aku berlindung padamu dari api neraka dan kejelekan tempat tinggal.”

2. Mengusap Kedua Telinga Hingga Sembilan Kali

Tiga kali pertama dengan menjalankan kedua jari telunjuk di sela-sela kedua telinga, dan kedua ibu jari dijalankan atau diusapkan pada bagian belakang telinga.

Tigakali berikutnya dengan memasukkan ujung kedua jari telunjuk ke lubang telinga. Dan tiga kali terakhir untuk memastikan ratanya usapan, yaitu dengan mengusapkan telapak tangan ke telinga. Semua usapan ini menggunakan air yang baru.

3. Mengusap Leher dan Berdoa

Kesunnahan ini menurut beberapa Imam, yaitui mam al-Ghazali, al-Baghawi, dan ar-Rafi’i. Sunnah pula menggunakan tangan kanan dengan berdoa:

أللهم فك رقبتي من النار وأعوذ بك من السلاسل والأغلال

“Allohumma fukka roqobatii minan naari, wa a’uudzu bika minas salaasili wal aghlaali”

Artinya: “Ya Allah, bebaskanlah diriku dari api neraka. Dan aku berlindung padamu dari rantai dan belenggu neraka”.

Sunnah-sunnah Saat Membasuh Kaki

Sunnah Wudhu

1. Memulai Basuhan Kaki

Sunnah memulai basuhan kaki dari jari jika menuangkan air sendiri. Jika dibantu orang lain maka sunnah dimulai dari mata kaki. Ketika mambasuh kaki kanan sunnah berdoa:

أَللَّهُمَّ ثَبِّتْ قَدَمِيْ عَلَى الصِّرَاطِ مَعَ أَقْدَامِ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ

“Allohumma tsabbit qodamii ‘alasy syirooti ma’a aqdaami ‘ibaadikasy shoolihiin”

Artinya: “Ya Allah, tetapkanlah telapak kakiku di atas shiratal mustaqim bersama telapak kaki hamba-hamba-Mu yang shaleh.”

Dan ketika membasuh kaki kiri sunnah berdoa:

أَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ أَنْ تَزِلَّ قَدَمِيْ عَلَى الصِّرَاطِ فِي النَّارِ يَوْمَ تَزِلُّ أَقْدَامُ الْمُنَافِقِيْنَ وَالْمُشْرِكِيْنَ

“Allohumma innii a’uudzu bika an tazilla qodamii ‘aalasy syirooti finnari yauma tazillu aqdaamul munaafiqiina wal musyrikiin”

Artinya: “Ya Allah, aku berlindung padaMu dari tergelincirnya telapak kakiku di atas shiratal mustagim hingga masuk neraka di hari tergelincirnya kaki orang-orang munafik dan musyrik.”

Sunnah Wudhu

2. Ad-Dalku

Yang dimaksud ad-dalku adalah menggosokkan tangan pada kaki.

3. Menyela-nyela Jari Kaki

Menyela-nyela jari kaki dengan jari kelingking tangan kiri dari arah bawah. Dimulai dari jari kelingking kaki kanan hingga jari kelingking kaki kiri.

Sunnah-sunnah Lain

4. Al-Tayamun, yaitu mendahulukan basuhan kaki kanan kemudian kaki kiri.

5. Al-Mubalaghah, yaitu melebih-lebihkan dalam membasuh tumit.

6. Terus menerus (muwalah) diantara mengusap kepala dan membasuh kaki.

7. Mengulangi semuanya hingga tiga kali.

Sunnah-sunnah Setelah Selesai Wudhu

1. Meminum Sebagian Sisa Air Wudhu

Kesunnahan ini memang dianjurkan bersamaan dengan itu, disunnahkan pula memercikkannya ke sarung.

2. Berdoa setelah wudhu

Sunnah Wudhu

Kesunnahan ini dilakukan dengan menghadap Qiblat dan mengangkat kedua tangan, sekira bagian ketiak yang putih bisa terlihat.

BACA JUGA: Doa Sebelum dan Sesudah Wudhu

3. Membaca surat al-Qadr tiga kali, ayat Kursi dan al-Ikhlas

4. Shalat sunnah wudhu

Yaitu shalat yang dilakukan setelah selesai wudlu, sekira dianggap shalat yang dinisbatkan pada wudhu. Saat shalat, sunnah membaca surat al-Kafirun dan al-Ikhlas. Shalat sunnah wudlu bisa digabungkan dengan shalat yang lain, dengan cara diniati kedua-duanya.

Kesunnahan-Kesunnahan Umum dalam Wudhu

Sunnah Wudhu

1. Menghadap qiblat.

2. Wudlu dengan posisi duduk.

3. Tidak mengibas-ngibaskan air.

4. Tidak berlebihan dalam menggunakan air.

5. Tidak berbicara saat wudlu.

6. Meletakkan tempat air yang diciduk di sebelah kanan, sedangkan tempat air yang dituangkan seperti kendi disebelah kiri.

7. Terus menerus (muwalah), sekira basuhan anggota kedua dilakukan sebelum keringnya anggota sebelumnya, beserta normalnya angin, hawa dan zaman.

8. Tidak menamparkan air ke muka.

9. Menghindari percikan air dari bawah, dengan duduk ditempat yang aman dari percikan air dari bawah.

10. Tidak meminta tolong untuk membasuh atau menuangkan air ke anggota badan, kecuali ketika ada udzur.

11. Tidak meyeka air dengan semacam handuk kecuali ada udzur.

12. Tidak melebihi tiga kali di setiap basuhan atau usapan dalam wudhu.

13. Air yang digunakan wudhu tidak kurang dari satu mud.

14. Menghadirkan wudhu dalam hati hingga selesai. Sunnah melakukan wudhu karena hendak tidur, membacaal-Qur an, menghadiri majlis ilmu dan dzikir, ziarah qubur, dan karena menjaga selalu dalam keadaan suci.

Sunnah mengulangi tata cara wudhu dari awal meskipun wudlu sebelumnya tidak batal. Setiap mengalami hadats sunnah untuk melakukan wudhu segera.

Demikian artikel yang membahas tentang sunnah-sunnah wudhu. Semoga bermanfaat bagi pembaca sekalian.

Referensi:

  • kitab Fathul Mu’in, fasl tentang sholat, Karya Syeikh Zainuddin bin Abdul Aziz Al-Malibari Al-Fannaniy.
  • Kitab Fathul qorib, fasl kitab at-thoharoh, Karya Syeikh Al-Imam Abi Abdillah Muhammad bin Qosim Al-Ghozi.
  • kitab At-Takrirat Al-Sadidah Fi Al-Masail Al-Mufidah, bab wudhu, Karya syaikh Hasan bin Ahmad bin Muhammad Al-Kaff.
  • kitab Tausyikh ‘alaa ibni qosim, kitab at-thoharoh, karya Syeikh Muhammad Nawawi Al-Jawi (Banten).
  • Kitab I’anatuth tholibin, juz 1, karya Syeikh Abi Bakar bin Sayyid Muhammad Syatho Ad-Dimyati, cetakan haramain / maktabah futuhiyyah.

BACA JUGA:

Tinggalkan komentar