Keistimewaan Madzhab Syafii

Keistimewaan Madzhab Syafii – Dalam kehidupan beragama islam dinegara indonesia tercinta, kita mengenal dan menganut madzhab terbesar yaitu madzhab syafi’i. Atas dasar apa kita mengikuti madzhab tersebut? Apakah hanya karena terlahir ditengah-tengah keluarga islam yang kebetulan bermadzhab syafi’i?

Madzhab syafi’i dikenal sebagai salah satu madzhab yang paling banyak diikuti oleh umat islam di indonesia. Karena apa coba? Yang pasti, tujuan dari artikel ini bukan dalam rangka mengesampingkan atau bahkan merendahkan madzhab lain ya.

Madzhab Syafi’i memiliki banyak keistemewaan yang tidak dimiliki madzhab-madzhab lain, dan akan saya sebutkan sebagian diantaranya:

1. Memperhatikan Betul Dalil-dalil Dasar

Keutamaan Madzhab Syafii

Pendiri madzhab asy-Syafi’i sangat memperhatikan dalil, baik al-Qur’an, Hadits dan atsar sahabat. Oleh sebab itu beliau berguru pada imam Malik ibn Anas, seorang imam di Madinah. Dan berguru pada beliau imam Syafi’i imam Hadits yaitu Ahmad ibn Hambal.

Dan diikuti oleh pemuka-pemuka madzhab, sehingga banyak diantara mereka menjadi tokoh di kalangan pakar Hadits, seperrti al-Baihaqi dan ibn Hajar al-Asqalani.

Di dalam menjalankan madzhab, mereka sangat memperhatikan dalil nash Hadits, bahkan dilihat dari jumlahnya, pakar Hadits dari madzhab asy-Syafi’i hampir separuh dari seluruh jumlah ahli Hadits umat Islam.

2. Memperhatikan Qiyas dan Dasar Penggalian Hukum

Imam Syafi’i Ra. sangat memperhatikan berbagai macam bentuk qiyas dan pondasi penggalian hukum yang telah diberlakukan oleh imam Abu Hanifah dan pengikut-pengikutnya. Imam Syafi’i adalah orang pertama yang menyusun kitab tentang ilmu Ushul Fiqih.

Kemudian diantara pengikut beliau ada yang menyusun kitab-kitab besar yang menjadi rujukan pokok di dalam Ushul Fiqih, seperti imam al-Juwaini, al-Ghazali dan yang lainnya.

3. Madzhab yang Sedang

Keistimewaan berikutnya adalah madzhab syafi’i dikenal sebagai madzhab yang tidak terlalu keras dan lunak. Yang dimaksud adalah madzhab asy-Syafi’i berada di tengah-tengah, yaitu diantara Ahli Ra’yi (qiyas) dan ahli Hadits.

Sifat tengah-tengah atau sedang ini sangat sesuai dengan kondisi masyarakat indonesia yang memiliki ragam latar belakang suku dan ras. Semua belahan wilayah nusantara memiliki ciri khas dan budaya yang mempengaruhi emosi dan cara berpikir rakyatnya.

4. Banyak Ulama’ Mujtahid Sebagai Pengikut

Keistimewaan madzhab syafii yang keempat adalah Banyaknya ulama setingkat mujtahid (ulama’ yang ahli dalam meneliti dalil untuk memutuskan sebuah masalah) yang menjadi pengikut madzhab asy-Syafi’i dan menyebar luaskannya di berbagai tempat, seperti Izzu ibn Abdis as-Salam, ibn Daqiqi al-‘id, at-Taqyu as-Subki, as-Suyuthi dan lainnya.

Banyak kitab yang disusun para ulama guna menjelaskan madzhab asy-Syafi’i, memberi dalil dan mempermudah bagi para pelajar di setiap masa.

5. Banyak Tokoh diberbagai Tempat

Tokoh-tokoh pengikut madzhab asy-Syafi’i berada di berbagai tempat. Mereka tersebar di daerah Indonesia, Malaysia Timur melalui Semenanjung Benua Hindia, kemudian daerah-derah Paris, Iraq dan teluk al-Khalij lalu Hijaz, Hadlramaut, Yaman Selatan, Mesir dan sebagian pantai Afrika Timur.

6. Mendominasi Golongan Mujaddid

Keistimewaan madzhab syafii berikutnya adalah Rata-rata para mujaddid (tokoh pembaharu) yang muncul diawal setiap abad bermadzhab asy-Syafi’i. Imam Syaffi’I sendiri merupakan mujaddid abad kedua, Abul Abas ibnSuraij sebagai mujaddid abad ketiga.

Abu Thayyib as-Shakluki adalah mujaddid abad ke empat, Abu Hamid al-Ghazali adalah mujaddid abad kelima, al-Fakhru ar-Razi mujaddid abad keenam, an-Nawawi mujaddid abad ketujuh, al-Isnawi mujaddid abad kedelapan, ibn Hajar al-Asqalani mujaddid abad kesembilan dan as-suyuthi abad kesepuluh.

Keutamaan Madzhab Syafii

Demikianlah artikel tentang keistimewaan madzhab syafii. Semoga bermanfaat bagi pembaca sekalian.

Dikutip dari pembukaan kitab At-Takrirat Al-Sadidah Fi Al-Masail Al-Mufidah, Karya syaikh Hasan bin Ahmad bin Muhammad Al-Kaff.

BACA JUGA: Imam Syafi’i

Tinggalkan komentar