Imam-imam Madzhab Syafi’i

Imam-imam Madzhab Syafii – Seperti yang sudah diketahui dari artikel yang telah terlebih dahulu terbit. Bahwa salah satu keistimewaan madzhab syafii adalah banyaknya para imam setelah kurun imam syafii wafat yang mengikuti madzhab syafii. Bahkan jumlahnya mendominasi sampai saat ini.

Pengaruh para imam ini sangat berpengaruh pada perjalanan sejarah madzhab syafii. Dari masa ke masa para imam menggunakan fatwa hasil ijtihad ulama’ pendahulu untuk menjawab berbagai persoalan dizaman mereka. Dengan begitu dari masa ke masa madzhab syafii dapat berkontribusi aktif dalam membina umat.

Di indonesia sendiri madzhab syafii telah berpengaruh besar dalam eksistensi umat islam. Mungkin karena madzhab syafii dikenal sebagai madzhab yang tidak terlalu keras dalam menjalankan syariat islam. Disamping itu madzhab syafii juga tidak terlalu kendur dalam memberi toleransi hukum.

Para Imam Madzhab Syafii

Dalam artikel ini kita akan menyebutkan imam-imam madzhab syafii. Walaupun tidak secara keseluruhan, tapi imam-imam ini cukup mewakili kebesaran madzhab syafii dalam masanya masing-masing.

Dari Awal – Abad ke lima

Para Imam Madzhab asy-Syafi’I diantara periwayat Madzhab Qadim yang terpenting adalah imam Ahmad ibn Hambal, Abu Tsaur, az-Za’farani dan al-Karabisyi.

Sedangkan murid-murid imam Syafi’i yang meriwayatkan Madzhab Jadid adalah al-Muzani, al-Buwaithi,Rabi’ al-Muradi, Harmalah, ar-Rabi’ al-Jizi, Yunus ibn Abdul A’la yang diberi julukan oleh imam Syafi’i dengan sebutan periwayat Madzhab.

Semua imam-imam diatas wafat di abad ke tiga. Kemudian setelahnya bermunculan generasi ulama’-ulama’ yang sangat banyak dan beraliran madzhab syafii.

Diantara yang paling menonjol di abad ke empat adalah imam ibn Suraij, al-Qaffal al-Kabir asy-Syasyi,Abu Hamid al-Isfirani, al-Ushtukhri, al-Marwazi, ibn AbiHuraira, dan Abi al-Qash.

Kemudian di abad ke lima adalah al-Mawardi, Abu Ishaqasy -Syirazi, Abu Muhammad al-Juwaini, dan putranya (imam al-Haramain), al-Baihaqi, al-Bandaniji, al-Mahamili, al-Qaffal Shagir al-Marwazi, al-Qadli Husain, al-Furani al-Mas’udi, tsabit ash-Shabagh dan al-Mutawalli.

Dari Abad ke Enam – Sepuluh

Di abad ke enam adalah al-Ghazali hujatul Islam, as-Syasyi, al-Baghawi, dan al-Imrani. Lalu di abad ketujuh adalah ibn as-Shalah, al-Qazwin,Izzu ibn Abd Salam, dua imam besar, yaitu an-Nawawi dan Rafi’i (dua guru besar Madzhab asy-Syafi’i), ibn al-Farkah, dan ibn Daqiqil ‘Id.

Di abad ke delapan adalah ibn Rif’ah, at-Taqyu as-Subki, al-Qamuli, al-Isnawi, al-Adzra’i, al-Bulqini, Ibn al-Mulaqqin, ibn Naqib, asy-Syaraf al-Barizi, dan al-Muhib ath-Thabari.

Di abad ke Sembilan adalah al-Wali al-Iraqi, at-Taqyu al-Hishni, asy-Syihab ibn Ruslan (penyusun nadzam Zubad), ibn Qadli Syuhbah, ibn al-Muzajad, ad-Darimi, Abdullah ibnAbdurrahman dan yang lainnya.

Selanjutnya pada abad sepuluh adalah imam al-Jalal as-Suyuthi, Syaikhul Islam Zakariya al-Anshori, al-Khatib asy-Syirbini, asy-Syihab ar-Ramli dan putranya (asy-Syamsu ar-Ramli), ibn Hajar al-Haitami, Abdullah ibn Umar Ba Makhramah, ibn al-Qasim al-Ubadi, Ba Qusyairin, dan ibn Ziyyad.

Dari Abad Sebelas – Empat Belas

Di abad sebelas adalah al-Burhan al-Birmawi, Ali asy-Syibramalusi, ar-Rasyidi dan yang lainnya. Di abad ke dua belas adalah Muhammad ibn Sulaiman al-Kurdi pakar fiqih Hijaz, Sulaiman al-jamal dan yang lainnya.

Kemudian di abad tiga belas adalah al-Bajuri, asy-Syarqawi, al-Bujairami, Abdullah ibn Husain Bal Faqih,Abdullah ibn Ahmad Ba Sudan, Sa’id ibn Muhammad Ba’Asyin, Abdurrahman ibn Sulaiman al-s

Di abad empat belas adalah Sayyid Alawi ibn Ahmad as-tsaqaf, Ahmad ibn Zaini Dahlan, Bakri Syatha, Abdurahman al-Masyhur, Abu Bakar ibn Abdurahman ibn Syihab, Abu Bakaribn Ahmad al-Khatib, Abdullah Bajamah, Abdullah ibn Umar asy-Syathiri.

Selain itu ada juga Ahmad ibn Umar asy-Syathiri, Abdurahman ibnAbdullah as-Saqaf, Muhammad ibn Hadi as-Saqaf, Muhammadibn Salim ibn Hafidz, dan yang lainnya yang bermunculan dan menyusun kitab-kitab di era-era yang terakhir radiyallah anhum ajma’in.

Imam Madzhab Syafii dalam Kitab Thabaqat

Secara umum ulama besar yang tergolong sebagai imam-imam madzhab asy-Syafi’i sangatlah banyak seakan tidak dapat ditulis dalam lembaran-lembaran kertas dengan pena. Dan sudah dianggap cukup untuk mengetahui mereka dengan menelaah kitab imam as-Subki yang berjudul at-Thabaqat asy-Syafi’iyah yang berjumlah sepuluh jilid.

Kitab tersebut menjelaskan sejarah kehidupan banyak sekali ulama madzhab asy-Syafi’i dan para khadim ilmu yang sempurna. Dengan merekalah madzhab kita memiliki kedudukan tinggi diantara madzhab-madzhab yang lainnya, sehingga banyak sekali imam-imam dan punggawa dari berbagai disiplin ilmu yang mengikuti madzhab Syafi’i.

Ulama’ Ahli Ushul Fiqh, Hadits dan sejarah

Dari fan Ushul Fiqih adalah al-Juwaini penyusun kitab al-Burhan, al-Ghazali penyusun kitab al-Mustashfa, ar-Razi (penyusun kitab al-Mahshul), at-Taj as-Subki (penyusun kitab Jam’ul Jawami’), al-Baidlawi (penyusun Minhaj al-Ushul dan lainya). Kitab-kitab beliau ini secara mutlak merupakan kitab-kitab Ushul Fiqih yang terbesar.

Dari golongan pakar Hadits ada ad-Daruquthni, ibnKhuzaimah, Ibn Hibban, Abu Nu’aim, Ibn al-Mundzir, al-Khithabi, al-Khatib al-Bagdadi, al-Hafidz al-Baihaqi (penyusun kitab as-Sunan), az-Zain al-Iraqi (penyusun kitab Alfiyah). Al-Haitsami (penyusun kitab Majma’ al-Zawa’id), IbnHajar al-Asqalani (penyusun kitab Fathul Bari) dan yanglainnya.

Dari pakar Sejarah ada Ibn Asyakir (penyusun kitab Tarikh Dimsyiq), adz-Dzahabi (penyusun kitab Siyar A’laminNubala’), as-Shafadi (penyusun kitab al-Wafi), Ibn Katsir (penyusun kitab al-Bidayah wan Nihayah), ibn Atsir (penyusun kitab al-Kamil, dan ulama yang lainnya.

Ulama’ Ahli Tauhid dan Tafsir

Dari pakar Tauhid ada al-Halimi (penyusun kitab Syu’abul Iman), Abdul Qahir al-Bagdadi, al-Fakhrurazi (penyusun al-Mathalib al-‘Aliyah fil Ilmi al-Ilahiyah), al-Adudal-lji, al-Amudi, al-‘Ala’ al-Baji, al-Ashfihani, at-Taftazani, dan yang lainnya.

Dari pakar Tafsir ada al-Mawardi (penyusun kitab at-Tafsir al-Khazin), al-Baghawi (penyusun kitab Ma’alimut Tanzil), dan yang lainnya. Dari ahli Qurra’ ada al-Ja’bari, ibn al-Jazari (penyusun kitab an-Nasyr), dan asy-Syihab al-Qasthalani.

Ulama’ Ahli Bahasa

Dari pakar Bahasa dan Nahwu ada Abu Hayyan al-Andalusi, Ibn Malik (penyusun Nadzam Alfiyah), Ibn Aqil, ibn hisyam, al-Fairuzi Abadiy (penyusun kitab al-Qamus), dan yang lainnya.

Dari imamnya golongan Shufi dan ahli ma’rifat ada al-Qusyairi (penyusun ar-Risalah al-Qusyairiyah), imam al-Ghazali, dan imam Abdullah ibn Alawi al-Haddad. Dan masih banyak sekali para imam dan ulama dari berbagai disiplin ilmu dan pengetahuan.

Demikianlah artikel tentang imam-imam madzhab syafii dari masa ke masa. Semoga dapat bermanfaat dan menambah keteguhan kita dalam memeluk madzhab syafii. Aamiin ya robbal ‘alaamiin.

Dikutip dari pembukaan kitab At-Takrirat Al-Sadidah Fi Al-Masail Al-Mufidah, Karya syaikh Hasan bin Ahmad bin Muhammad Al-Kaff.

BACA JUGA:

Tinggalkan komentar