Doa Setelah Sholat Dhuha

Doa Setelah Sholat Dhuha – Dalam mengawali kehidupan pada pagi hari, sebelum bekerja dalam rangka mengharap rizki, kita disunnahkan melaksanakan sholat dhuha. Hendaknya dalam melaksanakan sholat dhuha, seorang muslim berniat mengawali harinya dengan beribadah kepada Alloh Swt.

Disamping itu banyak sekali keutamaan sholat dhuha, diantaranya dimudahkan dalam bekerja dan menjadi berkah pula pendapatan dari pekerjaan. Meski demikian, tetap saja tidak dianjurkan melaksanakannya dengan niat agar mendapat rizki melimpah dan cepat kaya.

Karena rizki dan kekayaan merupakan karunia yang niscaya, dan kita tidak boleh terlalu merasa bangga dan bersandar dengan amal yang dilakukan. Dengan kata lain, peribadatan kepada Alloh Swt tidak boleh dikotori dengan niatan duniawi.

Doa Sholat Dhuha

Hukum Eksistensi

Sholat dhuha disunnahkan karena dalam sebuah hadits qudsi disebutkan: “Wahai keturunan Adam, sholatlah empat roka’at padaku pada awal siang, niscaya akan kucukupi dirimu diakhir siang”

Juga hadits qudsi berikut “Setiap anggota badan bisa bersedekah, memerintah kearah kebaikan adalah sedekah, melarang kemungkaran adalah sedekah, dan telah dianggap cukup dari semua itu dengan melakukan dua roka’at sholat dhuha”.

Waktu Sholat Dhuha

Salah satu dalil yang menjadi latar belakang disunnahkannya sholat dhuha adalah firman Alloh yang artinya: “Gunung-gunung bertasbih pada waktu sore dan isyroq”. Imam ibnu ‘Abbas berkata: isyroq adalah sholat dhuha.

Sholat dhuha merupakan sholat yang terikat dengan waktu, karena hanya boleh di laksanakan pada pagi hari. Dimulai sejak matahari naik setinggi kadar satu tombak (sekitar jam 07.00), bahkan sebagian ulama’ berpendapat awal sholat dhuha adalah terbitnya matahari.

Sementara waktu akhir pelaksanaan sholat dhuha adalah tergelincirnya matahari atau masuknya waktu sholat dhuhur (sekitar jam 12.00). Dinilai lebih utama mengakhirkan sholat dhuha pada waktu seper-empat siang  (sekitar pukul 10.30-11.30).

Jumlah Rakaat

Batas minimal dari roka’at sholat dhuha adalah dua roka’at. Sedangkan batas maksimal dan paling afdhol adalah delapan roka’at dengan salam disetiap dua roka’at.

Ada juga ulama’ yang berpendapat boleh menambah sampai dua belas roka’at, akan tetapi yang lebih utama adalah delapan roka’at.

Disunnahkan dalam pelaksanaannya membaca surat apapun disetiap roka’at, akan tetapi yang paling afdhol adalah membaca surat as-Syams dan ad-Dhuha atau surat al-Kafirun dan surat al-ikhlas.

Bacaan Niat Sholat Dhuha

Niat Sholat Dhuha
nesamedia.com

Serupa dengan sholat pada umumnya, sholat dhuha juga sarat dengan proses niat diawalnya. Bacaan niat ini juga hanya wajib dilaksanakan dalam hati. Pengucapan pada lisan merupakan sunnah yang dianjurkan.

Berikut kami tuliskan bacaan niat sholat dhuha dengan bahasa arab, abjad latin serta artinya:

Bacaan Niat Bahasa Arab

اُصَلِّى سُنَّةَ الضَّحٰى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً ِللهِ تَعَالَى

Bacaan Niat Abjad Latin

“Usyollii Sunnatadz Dzuha Rok’ataini Mustaqbilal Qiblati Adaa al Lillaahi Ta’aalaa.”

Arti Bacaan Niat Sholat Dhuha

“Aku berniat sholat sunnah Dhuha dalam dua rakaat, menghadap kiblat saat ini karena perintah Allah Ta’alaa”

Tata Cara Sesuai Sunnah

Tata cara atau rukun dalam melaksanakan sholat dhuha sama seperti sholat lain pada umumnya. Berikut urutannya secara beruntun dari awal sampai akhir:

Rukun Rakaat Pertama

  1. Niat sholat dhuha dalam hati
  2. Takbiratul ihram, disambung doa iftitah
  3. Membaca surat Al Fatihah (ummul kitab)
  4. Membaca surat pendek dari Al Qur’an, diutamakan Surah Asy-Syams atau Al-Kafirun
  5. Ruku dengan tuma’ninah
  6. I’tidal dengan tuma’ninah
  7. Sujud pertama dengan tuma’ninah
  8. Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
  9. Sujud kedua dengan tuma’ninah
  10. Berdiri untuk rakaat kedua

Rukun Rakaat kedua

  1. Membaca surat Al Fatihah (ummul kitab)
  2. Membaca surat pendek dari Al Qur’an, diutamakan Surat Ad-Dhuha atau Al-Ikhlas
  3. Ruku dengan tuma’ninah
  4. I’tidal dengan tuma’ninah
  5. Sujud pertama dengan tuma’ninah
  6. Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
  7. Sujud kedua dengan tuma’ninah
  8. Duduk tasyahud akhir
  9. Salam
  10. Membaca doa

Doa Sholat Dhuha

Doa Sholat Dhuha

Dalam kitab Al Adabul Mufrad no. 219, dikutip bahwa Imam Bukhori meriwayatkan sebuah hadits dari ‘Aisyah RA tentang doa setelah sholat dhuha yang dilaksanakan Rosululloh Saw. Berikut kutipan haditsnya:

صلى رسول الله صلى الله عليه وسلم الضحى، ثم قال: “اللهم اغفر لي، وتب علي، إنك أنت التواب الرحيم” حتى قالها مائة مرة

Artinya:

“Rasulullah Saw pernah melaksanakan shalat dhuha, kemudian beliau membaca doa: Alloohummagh firlii wa tub ‘alayya, innaka antat tawwaabur rohiim (Ya Allah, ampunilah dosa hamba, terimalah taubat hamba, sungguh Engkaulah yang Maha menerima Taubat lagi Maha Penyayang). Beliau ucapkan doa ini 100x”.

Kemudian kami sertakan pula kutipan doa dari kitab I’anatut tholibiin yang diajarkan mayoritas ulama’ sebagai reverensi pilihan sobat islamiy semua. Berikut kutipan doanya:

Bacaan Doa dalam Bahasa Arab

اَللّٰهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ

اَللّٰهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ

بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

Bacaan Doa dalam Abjad Latin

“Alloohumma innadz-dzuhaa’a dzuhaa’uka wal bahaa a bahaa uka wal jamaala jamaaluka wal quwwata quwwatuka wal qudrota qudrotuka wal ‘isymata ‘isymatuka.

Alloohumma in kaana rizqii fissamaa’i fa anzilhu, wa in kaana fil-ardhi fa akhrijhu, wa in kaana mu’assiron fa yassirhu, wa in kaana harooman fa tohhirhu wa in kaana ba’iidan fa qorribhu.

Bi haqqi dzuhaa’ika wa bahaa’ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudrotika, aatinii maa aataita ‘ibaadakash-shalihiin.”

Arti Bacaan Doa Setelah Sholat Dhuha

“Ya Allah, sungguh waktu Dhuha adalah DhuhaMu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatanMu, penjagaan adalah penjagaan-Mu.

“Ya Allah, apabila rizkiku ada di langit maka turunkanlah, apabila berada di bumi maka keluarkanlah, apabila sukar maka mudahkanlah, apabila haram sudilah Engkau sucikan, apabila jauh maka dekatkanlah.

Dengan kebenaran dhuhaMu, keagunganMu, keindahanMu, kekuatanMu, dan penjagaanMu, datangkanlah padaku apa yang Engkau karuniakan kepada hamba-hambaMu yang sholeh”.

Keuntungan yang Dijanjikan Alloh Swt

1. Penghapus Dosa

Sebagai manusia, tentunya seorang muslim tak luput dari perbuatan dosa, entah disengaja maupun tidak. Betapa berutungnya jika setiap pagi dosa-dosa kita diampuni dengan hanya mengerjakan dua roka’at sholat dhuha. Berdasarkan sabda Nabi Muhammad Saw:

“Barang siapa yang menjaga (istikomah) sholat Dhuha (syufwatul dhuha), maka akan diampuni dosa-dosanya walaupun sebanyak buih di lautan.” (HR. Tirmidzi dari Abu Daud Ra)

2. Mengikuti Rutinitas Wasiat Rasulullah

Muslim yang baik haruslah taat kepada perintah Alloh untuk senantiasa mencontoh Rosululloh Saw. Salah satu kebiasaan yang menjadi rutinitas keseharian Rosul adalah Sholat dhuha.  Berikut hadits Rasulullah Saw yang diwasiatkan kepada Abu Hurairah RA.:

أَوْصَانِى خَلِيلِى -صلى الله عليه وسلم- بِثَلاَثٍ صِيَامُ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَرَكْعَتَىِ الضُّحَى وَأَنْ أُوتِرَ قَبْلَ أَنْ أَنَامَ. متّفق عليه

 “Kekasihku (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) mewasiatkan tiga hal padaku: berpuasa tiga hari setiap bulan, melaksanakan sholat dhuha dua raka’at juga sholat witir sebelum tidur.” (Muttafaq ‘alaih)

3. Setara 360 sedekah

Dalam tubuh kita terdapat 360 persendian. Setiap pagi kita diperintahkan untuk menyedekahi persendian sebanyak itu. Betapa ringannya jika dengan sholat dhuha dua roka’at, kewajiban itu telah terselesaikan.

Karena keutamaan sholat dhuha setara dengan 360 sedekah untuk seluruh persendian dalam tubuh kita. Berdasarkan hadits Rosululloh:

“Setiap pagi hari, seluruh ruas anggota tubuhmu wajib dikeluarkan sedekah untuknya. Setiap tasbih itu sedekah, setiap tahmid juga sedekah, setiap tahlil sedekah, setiap takbir sedekah, menyuruh untuk kebaikan adalah sedekah, dan melarang pada perbuatan munkar adalah sedekah. Semua itu dapat terpenuhi dengan shalat dhuha dua rakaat.” (HR. Muslim)

4. Disediakan Rumah di Surga

Beruntunglah bagi siapapun yang senantiasa melaksanakan sholat dhuha. Karena Alloh Swt menjanjikan sebuah rumah yang khusus disiapkan untuk orang-orang yang rajin sholat dhuha.

Hal ini sesuai dengan isi hadis Nabi Muhammad Saw: “ Barang siapa yang shalat dhuha empat rakaat dan empat rakaat sebelumnya, maka akan dibangunkan sebuah rumah di surga.” (Shahih al-Jami’ No. 634)

5. pahalanya setara Haji dan Umroh

keutamaan yang ini bisa dibilang istimewa banget. Bagi sobat islamiy yang masih kebawa mimpi mau pergi haji, mungkin sholat dhuha bisa jadi solusi sementara, sekalian menunggu impian terkabul.

Diriwayatkan oleh Anas bin Malik RA, Rasulullah Saw bersabda: ” Barangsiapa mengerjakan shalat subuh berjama’ah kemudian ia duduk sambil berdzikir pada Allah sampai terbit Matahari.

kemudian mengerjakan shalat (dhuha) dua rakaat, maka ia seperti memperoleh pahalanya haji dan umroh.” (HR. Tirmidzi No. 586)

6. Cukup Rezeki

Dalam hadits qudsi yang telah kami kutip diatas, Allah akan mencukupkan rezeki hamba-hamba-Nya yang istikomah melaksanakan sholat dhuha.

Siapa sih yang nggak mau dicukupi kebutuhannya setiap hari? Makanya jangan lupa sholat dhuha ya! Berikut kutipan hadits qudsi tersebut:

“Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, “ Wahai anak Adam, janganlah engkau luput dari empat rakaat di awal harimu, niscaya Aku cukupkan untukmu di sepanjang hari itu.” (HR. Ahmad).

7. Alloh Menjanjikan Begitu Banyak Pahala

Manfaat lain yang juga akan didapat ketika beriistiqomah sholah dhuha adalah ribuan pahala yang dijanjikan untuk kita. ibadah apapun yang diterima akan mendapatkan balasan berupa pahala dari Alloh Swt.

salah satu syarat diterimanya ibadah manusia adalah niat kuat untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah Swt. Jadi, jangan pernah salah niat dalam beribadah. Jadikan sholat dhuha sebagai sarana untuk lebih dekat kepadaNya.

8. Dapat Memasuki Pintu Khusus di Surga

Inilah keutamaan terdahsyat yang akan Allah karuniakan kepada hambaNya yang istikomah melaksanakan sholat dhuha. Di surga ada pintu surga khusus untuknya yang disebut pintu Dhuha. Berdasarkan hadits:

“Sesungguhnya dalam surga terdapat satu pintu yang disebut pintu Dhuha, bila tiba hari kiamat malaikat penjaga surga memanggil dimana orang-orang yang istikomah melaksanakan sholat dhuha? Inilah pintu untuk kalian, maka masuklah atas kasing sayang Allah” (HR Thabrani)

Demikian pembahasan seputar sholat dhuha beserta penjelasan waktu dan doa setelah sholat dhuha. Sobat Islamiy harap perhatikan setiap pembahasannya, agar kepahaman yang didapat bisa maksimal. Jangan lupa baca doa sholat dhuha setelahnya.

Doa Setelah Sholat Dhuha

Reverensi:

  • kitab Fathul Mu’in, fasl tentang sholat sunnah, Karya Syeikh Zainuddin bin Abdul Aziz Al-Malibari Al-Fannaniy.
  • Kitab Fathul qorib, fasl kitab hukum-hukum sholat, Karya Syeikh Al-Imam Abi Abdillah Muhammad bin Qosim Al-Ghozi.
  • kitab At-Takrirat Al-Sadidah Fi Al-Masail Al-Mufidah, Karya syaikh Hasan bin Ahmad bin Muhammad Al-Kaff.
  • Kitab I’anatuth tholibin, juz 1 hal. 295, karya Syeikh Abi Bakar bin Sayyid Muhammad Syatho Ad-Dimyati, cetakan haramain / maktabah futuhiyyah.
  • Kitab Kasyifaatus sajaa hal. 52-59, karya Syeikh Muhammad Nawawi Al-Jawi (Banten) cetakan toha putra semarang.
  • kitab Al Adabul Mufrad hal. 219.

BACA JUGA:

Tinggalkan komentar