Doa Iftitah Sesuai Sunnah yang Relevan Beserta Artinya

Doa iftitah disebut juga doa istiftah. Sesuai makna dari Namanya, doa ini biasa dibaca umat islam ketika mengawali sholat fardhu maupun sunnah. Lebih tepatnya dibaca setelah takbiratul ihram. Doa ini sangatlah istimewa dan sarat akan hikmah dan keutamaan.

Hanya saja karena doa iftitah tidak termasuk rukun sholat, maka dari itu tidak diwajibkan membacanya. Dari hal itu dianjurkan umat muslim tidak melewatkan doa iftitah dengan dalih menyingkat sholatnya.

Sebisa mungkin bacalah doa ini dengan versi yang cocok dengan kondisi sholat sobat islamiy ya! Karena ada beberapa versi doa iftitah yang akan kita bahas untuk menyesuaikan dengan kesibukan kita.

Ibarat hendak menghadap penguasa atau raja yang kita harapkan belas kasihnya. Kita dianjurkan untuk memuji dan menunjukkan kekaguman kita dalam mengawali pembicaraan. Sebelum menyampaikan maksud dan tujuan yang sesungguhnya.

harapan kita sebagai hambanya. Pun demikian dengan maksud dari doa iftitah. Dalam artikel ini kita akan belajar Bersama tentang hal-hal yang berkaitan dengan doa iftitah beserta rahasia yang terkandung didalamnya.

Dasar hukum

Sebagaimana ritual peribadatan umat muslim yang lain, tentunya doa iftitah juga dianjurkan berdasar ajaran dari sang Nabi pelita mata hati yang redup seperti kita ini.

Adapaun salah satu dasar dianjurkannya doa iftitah adalah kebiasaan Rosululloh membacanya. Kebiasaan tersebut pernah ditanyakan oleh salah seorang sahabatnya dan diabadikan dalam hadits riwayat Abu Hurairah berikut ini:

كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا كَبَّرَ فِى الصَّلَاة؛ سَكَتَ هُنَيَّة قَبْلَ أَنْ يَقْرَأَ. فَقُلْتُ: يَا رَسُوْلَ اللهِ! بِأَبِيْ أَنْتَ وَأُمِّي؛ أَرَأَيْتُ سُكُوْتَكَ

بَيْنَ التَّكْبِيْرِ وَالْقِرَاءَةِ؛ مَا تَقُوْلُ؟ قَالَ: ” أَقُوْلُ: … ” فَذَكَرَهُ

Artinya:

“Rasulullah Shallallahu ’alaihi Wasallam ketika takbir dalam shalat, beliau diam sejenak sebelum membaca ayat Al-Qur’an. Kemudian aku bertanya, wahai Rasulullah, kutebus engkau dengan nama ayah dan ibuku, aku melihatmu berdiam antara takbir dan bacaan ayat Al-Qur’an. Apa yang engkau baca? Beliau menjawab:… (beliau membacakan doa istiftah / iftitah)” (Muttafaq ‘alaih).

Syarat Membaca Doa Iftitah

  1. Jika seorang makmum, maka sunnah membaca doa iftitah kalau ia mengikuti imamnya pada posisi berdiri sebelum membaca surat Al-Fatihah.
  2. Belum terlanjur membaca ta’awudz.
  3. Tidak khawatir sebagian bacaan Al-Fatihah bisa terlewatkan bersama imam jika membaca doa iftitah.
  4. Sholat yang dilaksanakan bukan sholat jenazah, karena sholat jenazah dianjurkan untuk dipercepat.
  5. Tidak khawatir habisnya waktu sholat, karena jika ada kekhawatiran tersebut, yang boleh dilakukan hanya rukun wajib saja.

Macam-macam Doa Iftitah

Ada beberapa versi bacaan doa iftitah yang bisa dibaca sesuai kondisi sholat kita. Jika waktu kita tidak banyak, ada versi bacaan yang pendek. Jika kita dalam kondisi normal, ada bacaan umum yang sesuai.

Ada juga versi bacaan panjang untuk kondisi sholat yang intens dalam mengharap rahmat Alloh Swt, seperti sholat tahajud.

Pada intinya, sesibuk apapun kondisi kita saat sholat, sempatkanlah membaca doa iftitah. Agar lebih maksimal pahala kesunnahan dan keutamaan yang kita dapatkan.

Coba simak macam-macam doa iftitah yang mungkin menjadi alternatif agar kita tidak sampai meninggalkan doa iftitah.

Doa Iftitah Singkat

Doa Iftitah Singkat

Doa iftitah yang singkat ini cocok dibaca sewaktu kita dalam keadaan tak punya waktu banyak dan tergesa hendak melanjutkan aktivitas lain.

Awalnya doa ini dipanjatkan oleh seorang sahabat dan Rosululloh menanggapinya dengan bersabda :“Aku kagum dengan doanya, pintu langit terbuka karena doa iftitah tersebut”.

Berikut bacaan doa iftitah singkat versi 1:

اللهُ اَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلاً

Allohu akbar kabiroo wal hamdu lillaahi katsiiroo wa subhaanalloohi bukrotaw wa asyiilaa

Artinya :

“Allah Maha Besar dengan sebesar besarnya, segala puji hanya bagi Allah dengan pujian yang sangat banyak. Maha Suci Alloh di waktu pagi dan petang”.

Doa iftitah berikutnya diriwayatkan Imam Muslim yang juga merupakan doa iftitah yang dipanjatkan oleh seorang sahabat, kemudian Rasulullah bersabda “12 malaikat berebut mencatat doa ini”.

Berikut bacaan doa iftitah singkat versi 2:

الْحَمْدُ لِلهِ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُباَرَ كًا فِيهِ

Alhamdulillahi hamdan kasiiroon toyyiban mubaarokan fiihi.

Artinya :

Segala puji hanya bagi Alloh dengan pujian yang sangat banyak, baik dan penuh berkah.

Doa Iftitah Umum

Doa iftitah kali ini adalah versi yang banyak dibaca umat muslim dalam dua organisasi islam diindonesia. Karena versi ini tidak terlalu panjang, dinilai pas untuk dibaca saat kita sholat dalam keadaan tidak tergesa.

Bacaan doa iftitah umum versi 1:

Doa Iftitah

اللهُ اَكْبَرُ كَبِرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا

اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَالْااَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ

اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ

لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَ لِكَ اُمِرْتُ وَاَنَ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

“Alloohu akbar Kabiroo Wal hamdu lillaahi Katsiiroo, Wa Subhaanalloohi Bukrotan Wa’asyiilaa.
Innii Wajjahtu Wajhiya Lilladzii Fathoros Samaawaati Wal Ardho Haniifan Musliman Wa maa Anaa Minal Musyrikiin.
Inna Syolaatii Wa Nusukii Wa Mahyaa ya Wa Mamaatii Lillaahi Robbil ‘Aalamiina.
Laa Syariika lahu Wa Bidzaalika Umirtu Wa Ana Minal Muslimiin.”

Artinya:

“Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya, segala puji hanya bagi Allah dengan pujian yang sangat banyak. Maha Suci Allah di waktu pagi dan petang.

Sungguh aku hadapkan wajahku kepada Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dengan segenap kepatuhan atau tunduk, dan aku tidak termasuk dari golongan orang-orang yang menyekutukan-Nya.

Sungguh sholatku, ibadahku, hidup matiku hanyalah untuk Alloh Tuhan alam Semesta, yang tidak punya sekutu bagi-Nya. Dengan demikian itulah aku diperintahkan. Dan aku adalah termasuk orang-orang muslim (Orang-orang yang berserah diri).”

Kemudian versi berikutnya diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim. doa ini biasa dibaca oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada saat menunaikkan ibadah shalat wajib.

Bacaan doa iftitah umum versi 2:

Doa Iftitah

اللَّحُمَّ بَا عِدْ بَيْنِى وَبَيْنَ خَطَا يَاىَ كَمَا بَاعَدْتْ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ

اللَّهُمَّ نَقِّنِى مِن الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوبُ الاَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ

اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَاىَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ

Allahumma baa’id bainii wabaina khathaayaaya kamaa baa’adta bainal masyriqi wa maghribi.

Allahumma naqinii min khathaayaaya kamaa yunaqats tsaubul abyadhu minad danas.

Allahummaghsilnii min khathaayaaya bil maa’i wats tsalji.

Artinya :

Ya AllOh, jauhkan antara aku dan kesalahan kesalahanku, sebagaimana engkau menjauhkan timur dan barat.

Ya AllOh, bersihkanlah aku dan kesalahan kesalahanku, sebagaimana baju putih yang dibersihkan dari kotoran.

Ya Alloh, cucilah (hati)ku dari kesalahan kesalahan dengan air dan salju.

Bacaan doa iftitah umum versi 3:

اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِىَ لِلَّذِى فَطَرَ السَّمَوَ اتِ وَالْاَرْضَ حَنِيفًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِ كِيْنَ اِنَّ صَلاَتِى وَنُسُكِى وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِى لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ لاَ

شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ اُمِرْتُ وَ اَنَا اَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ

Innii wajjahtu wajhiya lil ladzii fathoros samaawaati wal ardho haniifan mushliman wa maa ana minal musyrikiin, innaa sholaatii wanusukii wamahyaaya wamamaatii lillahi rabbil aalamiin. Laa syariika lahu wa bidzaalika umirtu wa ana minal muslimin.

Artinya :

“Sungguh aku hadapkan wajahku kepada Allah pencipta langit dan dengan tunduk dan aku bukanlah dari golongan orang-orang musyrik. Sungguh sholatku, sesembelihanku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah Tuhan alam semesta. Tidak ada sekutu bagiNya. Dan dengan demikian aku diperintahkan. Aku adalah orang yang pertama berserah diri.

Doa Iftitah Panjang

Doa iftitah versi panjang sangat sesuai bila dibaca saat kita mengharapkan hubungan yang intens dengan sang pencipta. Doa ini cocok dibaca saat sholat malam, karena kita sudah terlepas dari tuntutan waktu dan pekerjaan.

Berdasar pada hadist shahih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim. terkadang dibaca Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam saat shalat wajib dan terkadang beliau baca saat menjalankan shalat sunnah.

وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِى فَطَرَ السَّمَوَ اتِ وَالاَرْضَ حَنِيفًا (مُسْلِمًا) وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِ كِيْنَ

اِنَّ صَلاَتِى وَنُسُكِى وَمَحْيَاىَ وَمَمَاتِى الِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ لاَ شَرِ يْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ اُمِرْتُ وَاَنَا مِنَ الْمُسْلِمِنَ

اللَّهُمَّ اَنْتَالْمَلِكُ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ . اَنْتَ رَبِّى وَاَنَا عَبْدُكَ ظَلَمْتُ نَفْسِى وَاعْتَرَ فْتُ بِذَنْبِى فَاغْفِرْ لِى ذُنُوبِى جَمِيعًا

اِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ اِلاَّ اَنْتَ وَاهْدِنِى لاَحْسَنِ الاَخْلَاقِ لاَ يَهْدِى لاَحْسَنِهَا اِلاَّ اَنْتَ

وَاصْرِفْ عَنِّى سَيِّئَهَا لاَ يَصْرِفُ عَنِّى سَيِّئَهَا اِلاَّ اَنّتَ لبَّيْكَ وَسَعْدَيْكَ وَالشَّرُّ لَيْسَ اِلَيْكَ

اَنَا بِكَ ؤَاِلَيْكَ تَبَارَ كْتَ وَتَعَا لَيْتَ اَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوبُ اِلَيْكَ

Wajjahtu wajhiya lilladzii fathoros samaawaati wal ardho hanifan wa maa ana minal musyrikiin.

Inna sholaatii wa nusukii, wa mahyaa ya wa mamaatii lillahi rabbil ‘aalamiina. Laa syariikalahu wa bidzalika umirtu wa ana minal muslimiin.

Allohumma antal malika laa ilaha illaa anta, anta rabii wa anaa ‘abuka dzolamtu nafsii wa’taraftu bidzambii faghafirlii dzunuubii jamii’aa.

Innahu laa yaghfirudz dzunuuba ilaa anta, wahdinii li ah sanil akhlaaqi laa yahdii li ahsanihaa illa anta, washrif ‘anni sayyi ahaa, laa yashrifu ‘annii sayyiahaa illa anta.

labbaika wa sa’daika, wal khoiru kulluhu bi yadaika, wasyarru laisa ilaika.

ana bika wa ilaika tabaarakta wa ta’aalaita, astaghfiruka wa atuubu ilaik.

Artinya :

Aku menghadap kepada Tuhan sang Pencipta langit dan bumi, dengan memegang agama yang lurus dan aku tidak tergolong orang-orang musyrik.

sungguh shalat, ibadah dan hidup serta matiku adalah untuk Allah. Tuhan sekalian alam, tiada sekutu bagiNya, dan karena itu, aku diperintah dan aku termasuk golongan orang-orang muslim.

Ya Allah, Engkau adalah raja, tiada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Engkau, Engkau TuhanKu dan aku adalah hambaMu. Aku menganiaya diriku, aku mengakui dosaku (yang telah kulakukan).

Oleh karena itu ampunilah seluruh dosaku, sungguh tak akan ada yang mampu mengampuni dosa-dosa, kecuali Engkau.

Bimbing aku pada akhlak yang terbaik, tidak akan ada yang bisa kecuali Engkau.

Hindarkan aku dari akhlak yang jelek, tidak akan ada yang bisa, kecuali Engkau. Aku penuhi panggilanMu dengan suka cita, seluruh kebaikan di kekuasaanMu, kejelekan tidak dinisbatkan kepadaMu.

Aku hidup dengan pertolongan dan rakhmatMu, dan kepadaMu (aku kembali). Maha suci Engkau serta Maha Tinggi. Aku minta ampun dan bertaubat kepadaMu.

Kaidah Membaca

  • Doa Iftitah hanya dibaca pada rakaat pertama.
  • Dibaca setelah Takbiratul Ihram dan sebelum membaca surat Al Fatihah.
  • Jika lupa membaca doa Iftitah di rakaat pertama, boleh membacanya di rakaat berikutnya.
  • Bagi makmum masbuk (datang terlambat dan ketinggalan bacaan fatihah imam), maka dibolehkan untuk tidak membacanya.

Adab dan Etika

Berikut ini adalah adab membaca bacaan doa iftitah yang harus Anda ketahui, yaitu :

  1. Sunnah menngabung bacaan doa iftitah dengan takbiratul ihram.
  2. Boleh menggabung beberapa versi doa iftitah selama memenuhi syarat.
  3. Dibaca pelan dan tidak menggangu kekhusyuan ibadah orang lain.
  4. Jika khawatir ketinggalan membaca surat Al Fatihah bersama imam, maka sunnah membaca versi pendek saja.
  5. Makruh dibaca keras.

Keutamaan dan Hikmah

  1. Mengakui Kebesaran Tuhan.
  2. Tergolong Orang Bersyukur.
  3. Memuji Tuhan yang Maha Suci.
  4. Menghadap Tuhan dengan Kesungguhan.
  5. Ikrar mengaku tunduk Pada Tuhan.
  6. Mengakui Sifat Esa Tuhan.
  7. Pasrah dan Tak Bergantung Pada Amal.
  8. Ikrar sebagai Seorang Muslim.
  9. Doa jadi mudah terkabul karena diangkat oleh malaikat.
  10. Pintu-pintu langit terbuka untuk memudahkan doa kita sampai pada Alloh Swt

Reverensi: kitab At-Takrirat Al-Sadidah Fi Al-Masail Al-Mufidah, Karya syaikh Hasan bin Ahmad bin Muhammad Al-Kaff.

BACA JUGA:

Tinggalkan komentar